FORMULASI RANSUM RUMINANSIA
Kebutuhan Ternak akan Zat-zat Makanan
Dalam penyusunan ransum atau formulasi ransum ternak ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan karena mempengaruhi kebutuhan zat-zat makanan, yaitu ; jenis ternak, jenis kelamin, bobot badan, taraf pertumbuhan, tingkat produksi, dan jenis produksi.
1. Bahan Kering (BK)
Kebutuhan bahan kering menjadi dasar formulasi karena konsumsi ternak didasarkan pada bahan kering bukan kadar air. Konsumsi BK ternak ruminansia sekitar 2-3 % dari bobot badan. Dan dipengaruhi oleh faktor berikut :
a. Bobot badan ternak, semakin berat ternak maka semakin banyak BK yang dikonsumsi
b. Macam bahan pakan, bahan pakan yang kecernaannya tinggi akan dikonsumsi lebih banyak
c. Umur/ kondisi ternak, ternak yang lebih tua dan lebih gemuk akan mengkonsumsi Bk lebih sedikit per satuan berat badan dibandingkan dengan yang lebih muda dan lebih kurus
d. Kadar energi bahan pakan, bahan pakan yang kadar energinya tinggi akan dikonsumsi lebih sedikit daripada bahan pakan yang energinya rendah
e. Stress, temperature udara yang tinggi akan menurunkan konsumsi BK
f. Jenis kelamin, ternak jantan mengkonsumsi BK lebih banyak daripada ternak betina yaitu sekitar 10 %
Istilah-istilah:
As fed : pakan dalam bentuk segar
Air dry matter: bahan pakan yang dikeringkan sehingga kandungan airnya tinggal sekitar 10-15 % dengan tujuan agar bahan tersebut dapat disimpan tanpa mengalami kerusakan
Dry matter : bahan pakan yang semua airnya diuapkan dalam oven sehingga kadar airnya 0%
2. Digestible energy (DE), merupakan selisih antara energi yang terkandung di dalam pakan dengan energi dalam feses dengan asumsi bahwa energi yang tidak terdapat di dalam feses adalah dicerna dan diserap oleh tubuh
3. Metabolize energy (ME), merupakan selisih antara jumlah energi yang hilang sebagai gas methan dan urine
4. Net energy (NE), merupakan energi untuk hidup pokok dan produksi yang dapat dihitung dari energi yang hilang dalam bentuk panas tubuh selam proses metabolisme makanan
5. Martabat pati (MP), angka yang menunjukkan jumlah pati yang sama besar dayanya dengan 100 kg bahan makanan untuk membentuk lemak yang sama di dalam tubuh
6. Total digestible Nutrient (TDN),
7. Digestible protein (DP), komponen asam amino untuk ruminansia diperoleh dari mikroba rumen dan retikulum yang bersumber nitrogen bukan protein (NPN)
8. Mineral, yang penting adalah unsur Ca dan P sedangkan Na dan Cl dapat diperoleh dari garam dapur
9. Vitamin, dapat disintesis oleh mikroba rumen, sedangkan untuk vitamin A dan D. vitamin D dibawah kulit telah tersedia dalam bentuk provit D sehingga hanya vitamin A yang harus disediakan. Kebutuhan vitamin A untuk sapi yang sedang digemukkan sebanyak 2200 IU/ kgBK ransum, sapi bunting 2800 IU, sapi laktasi dan pemacak 3900 IU
10. Air, kebutuhan air untuk sapai non laktasi sekitar 3-8,5 liter/kg BK yang dikonsumsi, sedangkan untuk laktasi di tambah sekitar 0,87 % kg/ 1 kg air susu
RANSUM SAPI PERAH
Perubahan selama laktasi, yaitu :
1. pada awal laktasi sapi berada dalam keseimbangan zat makanan yang negatif karena nutrisi lebih banyak digunakan untuk sintesis susu, feses dan urine daripada zat yang dikonsumsi sehingga tubuh sapi kurus
2. pada saat produksi susu turun sulit diatasi dengan pemberian pakan karena pada saat itu sebagian pakan yang digunakan untuk memullihkan kondisi tubuh dan untuk pertumbuhan anak
3. menjelang akhir laktasi pemberian pakan perlu ditambah karena meningkatkan bobot sapi
Pengaruh Lingkungan terhadap Produksi susu : Suhu lingkungan yang tinggi sapi perah akan mempertahankan diri dari ancaman kepanasan dengan jalan mengurangi konsumsi pakannya sehiingga produksi susu turun
Ransum Periode menyusu (umur 0-4 bl)
minggu pertama diberikan kolostrum, kebutuhan susu 10 % bobot induk
umur dua minggu sebagian diganti dengan milk replacer, yang terbuat dari :
• susu skim 10 %
• bungkil kedele 10 %
• bungkil kacang tanah 10 %
• tepung tapioka 70 %
• air hangat
umur dua minggu diberi rumput muda dan diberikan ad libitum
umur empat bulan diberi rumput sekitar 1-2 kg
ransum pedet pada periode menyusu
Umur (minggu) Air susu (liter) Milk replacer (kg) Air (liter)
0-2 3,5 - -
2-4 3,5 0,1 0,5
4-6 4.0 0,3 1,0
6-8 3,5 0,5 2,0
8-10 3,0 0,8 3,0
10-12 2,5 1,0 4,0
12-14 1,0 1,3 5,0
14-6 1,0 1,5 6,0
jika pedet disapih, diberi kolostrum ;
• air 1 liter
• satu sendok minyak ikan
• telor satu butir
• susu satu liter
• semua bahan diaduk dan dipanaskan pada suhu 90-100o C
Umur pedet Hari ke… Jumlah susu (liter)
1 Susu induk
4 3,0 kolostrum
5 3,5
6 4,0
Minggu ke 2 4,5
3 5,0
4 5,5
5 6,0
6 6,0
7 5,0
8 4,5
9 3,5
10 3,0
11 2,5
12 2,0
13 1,0
14 0,5
umur satu bulan konsentrat, sbb ;
• bungkil kelapa ; 1 bagian
• bekatul (beras merah) ; 1 bagian
• kacang hijau
• jagung
• bungkil kacang tanah ; 1 bagian
• jagung ; 2 bagian
• semua bahan digiling halus
umur satu bulan diberi 0,25 kg konsentrat
umur dua bulan sampai dengan lima bulan diberi 0,5 kg konsentrat
umur enam bulan 1,5 kg konsentrat
Ransum Pertumbuhan Anak Sapi (4-12 bulan)
umur 4 bulan diberi konsentrat calf stater (protein 18 %) bersama rumput
calf stater terdiri atas ;
• bungkil kedele 24 %
• bungkil kelapa 26 %
• dedak halus 25 %
• onggok 25 %
ransum pedet umur 4-12 bulan ;
Umur (bulan) Rumput (kg) Calf stater (kg)
4-6 1-2 1-2
6-8 3-5 1-2
8-10 6-9 1-2
10-12 10-15 1-2
Sapi Pertumbuhan sapi Dara
protein kasar ± 15 %
ransum terdiri atas ;
• bungkil kelapa 55 %
• dedak halus 40 %
• onggok 5 %
ransum sapi dara ;
Umur (bulan) Rumput (kg) konsentrat
12-18 15 2,25
18-24 20 2,50
24-30 25 2,75
30-36 30 3,00
Ransum Sapi Laktasi
Pemberian pakan sebanyak 80 % dari konsumsi pakan bebas (voluntary intake) praktis sama 100 %
Sapi membutuhkan serat kasar tertentu di dalam ransum dapat dari hijauan. Koefisien cerna tertinggi dicapai dari perbandingan bahan kering hijauan dan bahan kering konsentrat = 50 % : 50 %, atau bahan kering hijauan berkisar antara 40-60 % dari total kebutuhan bahan kering ransum
Harga dari susu dinilai dari kadar lemaknya, kadar lemak susu segar sekurang-kurangnya 2,8 % lemak. Lemak susu berasal dari hasil fermentasi serat kasar yaitu asam acetat sehingga kebutuhan hijauan tidak dapat dikurangi, oleh karena itu supaya lemak susu lebih dari 2,8 % maka hijauan diberikan 40 % dari total bahan kering ransum
Ransum Sapi kering
60 hari sebelum beranak pemberian konsentrat dihentikan
ambing diberi minyak sesering mungkin dan jangan diperah
setelah satu minggu ambing menjadi lunak kemudian air susu dalam ambing dikeluarkan semua
3 minggu pertama setelah susu berhenti keluar diberi hijauan berkualitas tinggi tanpa konsentrat
sekitar lima minggu sebelum beranak sapi diberi konsentrat dua hari sekali dengan jumalh yang disesuaikan dengan komoditi ternak. Ternak kurus 6-8 kg/hari
pada 7-10 hari sebelum beranak konsentrat yang diberikan 1,5 kg BK/ 100 kg bobot badan, setelah beranak pemberian konsentratharus disesuaikan dengan tingkat produksi air susu
Bobot badan sapi (kg) Tambahan bobot badan (kg)
350-450 40-65
450-550 65-90
550-650 90-120
Ingat 3 T!!!!
Teliti, Telaten dan Terampil !
Formulasi mudah dan kunci keberhasilan beternak !
(nida hutama_smkn 1 Plosoklaten)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar