Senin, 09 April 2012

MATA PELAJARAN T.UNGGAS JILID 1

MATA PELAJARAN : TEKNOLOGI PRODUKSI TERNAK UNGGAS
STANDAR KOMPETENSI : MEMELIHARA TERNAK UNGGAS PEDAGING

PENGERTIAN AYAM BROILER

Ayam broiler adalah strain ayam hasil budidaya teknologi yang memiliki karakteristik ekonomis, memiliki pertumbuhan cepat sebagai penghasil daging, konversi pakan irit, siap dipotong pada umur muda, serta kemampuan menghasilkan daging yang bersih, lunak dengan kandungan protein tinggi.
Empat macam jenis broiler yang dibedakan berdasarkan umur potong :
1. Poussing, ayam potong umur 7-8 minggu dengan berat hidup antara 1,5-2 kg
2. Grillers, ayam potong umur 9-11 minggu dengan berat hidup antara 3-3,5 kg
3. Small-roaster, ayam potong umur 12-15 minggu dengan berat hidup 3,5-4 kg
4. Prime-roaster, ayam potong umur lebih dari 16 minggu dengan berat hidup lebih dari 2 kg
Beberapa strain broiler ;
1. Kim cross K44
2. Cobb 100
3. Cobb color sexross
4. Indian river
5. Savier starbro
6. Arbor acres
7. Sussex
8. Dorking
9. Cornish
10. Brahma
11. Langshan

Tabel.1 Perbedaan sifat ayam broiler dan ayam kampung
1 Memerlukan pemeliharaan secara intensif dan cermat
2 Cara pemeliharaan lebih sulit
3 Menuntut banyak persyaratan
4 Relatif peka terhadap suatu infeksi penyakit
5 Makanan baik mutu dan volume harus lebih bagus
6 Sulit beradaptasi
7 Memerlukan seleksi searah
8 Pertumbuhan cepat
9 Bisa dipanen umur 1,5-2 bulan dengan bobot hidup 2 kg
Syarat-syarat seorang peternak harus menguasai hal-hal berikut;
Breeding, pengetahuan tentang bibit unggul
Feeding, pengetahuan tentang penggunaan pakan yang bermutu dalam jumlah maupun ekonomis
Melakukan tatalaksana dengan baik
Pencegahan dan pemberantasan penyakit
Pemasaran hasil/ produksi

MENYIAPKAN KANDANG DAN PERALATAN

Bangunan Kandang
Beberapa hal yang diperhatikan dalam membuat kandang antara lain;
Kandang harus nyaman
Cukup udara bersih
Menjamin kesehatan ayam
Tidak menyulitkan dalam pemeliharaan
Sistem pemeliharaan unggas;

Sistem ekstensif (free range)
Kebaikan sistem ini;
Biaya tenaga kerja murah
Biaya pakan murah
Baik digunakan pemeliharaan ayam pembibit
Keburukan sistem ini;
Biaya pengadaan lahan sangat tinggi
Resiko penyebaran penyakit menular tinggi
Tidak baik untuk ayam muda
Tidak efisien untuk ayam petelur

Sistem semi intensif
Kebaikan sistem ini;
Biaya lahan lebih rendah dari sistem ekstensif
Menghemat biaya pakan
Kesehatan ayam terjaga
Baik untuk pemeliharaan ayam pullet, ayam petelur dan pembibit
Keburukan sistem ini ;
Kurang baik digunakan ayam petelur
Resiko tinggi penyebaran penyakit menular
Sistem intensif
Kebaikan sistem ini ;
Baik digunakan untuk ayam petelur dan pedaging
Kontrol terhadap penyakit lebih efektif
Penggunaan lahan tidak luas
Keburukan sistem ini ;
Kebutuhan tenaga kerja tinggi
Biaya pakan lebih tinggi dibanding kedua sistem lain
Apabila pakan tidak memenuhi persyaratan produksi , tidak efisien dan ayam mudah terserang penyakit
Biaya kandang dan perlengkapan tinggi
Tingkat stress tinggi

Fungsi Kandang
Fungsi primer ;
Secara makro
Kandang berfungsi sebagai tempat tinggal bagi unggas agar terlindung dari pemgaruh buruk iklim (hujan, panas, dan angin) serta gangguan lainnya (hewan liar atau buas dan pencurian).
Secara mikro
Kandang berfungsi menyediakan lingkungan yang nyaman agar ternak terhindar dari cekaman (stress)
Fungsi sekunder ;
Kandang berfungsi sebagai tempat kerja bagi peternak untuk mengendalikan kebutuhan ternak sesuai tujuan pemeliharaan. Oleh karena itu faktor yang diperhatikan antara lain ;
Faktor biologis ternak, berkaitan dengan aspek lingkungan dan respon ternak
Fakor teknis berkaitan dengan aspek bangunan
Faktor ekonomis
Syarat kandang dari segi ekonomi ;
Tanah relativ murah dan tersedia cukup luas
Mudah memperoleh air dan penerangan
Transportasi mudah dan hubungan atau komunikasi lancar
Tarisolir dari lalu lintas umum dan jauh dari pemukiman penduduk
Mudah memperoleh tenaga kerja
Syarat kandang dari segi kesehatan
Letak kandang dipilih di tempat yang tinggi sehingga keadaan kandang tetap kering
Ventilasi udara berfungsi untuk;
Memudahkan pembuangan CO2 dan NH3 dari dalam kandang
Memudahkan udara segar dari luar masuk menggantikan udara kotor yang ada di dalam kandang
Mengurangi udara panas dan mengurangi hidup organisme di dalam kandang
Ventilasi dapat dibuat sebagai berikut ;
Tinggi dan lebar bangunan harus sebanding
Dinding terbuka / semi terbuka
Ventilasi dibuat berhadapan / bersilangan
Sinar matahari, kandang diusahakan membujur dari timur ke barat untuk menghindari sinar matahari berlebihan, dan tidak boleh mengenai tempat pakan dan minum
Suhu / temperatur, temperatur dalam kandang diusahakan ± 21o-27o C
Kelembapan, kelembapan optimal 40-72 %
Pohon pelindung di sekitar kandang diusahakan lebih tinggi dari kandang sehingga tidak menghalangi cahaya masuk
Hujan dan angin kencang, untuk menghitung tingkat kenyamanan kandang dapat diukur dengan rumus sebagai berikut ;
S = 26 – (P+0,25 (tl+ts)+0,1 Ku-0,1 (37,8-tl)√V
Keterangan ;
S ; indeks kenyamanan
Tl ; suhu udara dalam kandang
Ts ; suhu udara di luar kandang
Ku ; kelembapan di dalam kandang
V ; kecepatan angin (pengukuran 0,5 di atas lantai)
P ; angka konstanta = 10,6
Tipe Kandang
Tipe kandang berdasarkan kontruksi
Berdasarkan konstruksi atap ;
Atap bentuk jongkok
Atap bentuk A
Atap bentuk gabungan bentuk A dan jongkok
Atap bentuk monitor

Tidak ada komentar:

Posting Komentar