Minggu, 08 April 2012

MATERI 2 DASPET

SISTEM RESPIRASI


FUNGSI :
1. Menyediakan oksigen dalam darah
2. Mengambil karbondioksida dari darah darah
3. Membantu regulasi keasaman cairan ektraselular dalam tubuh
4. Membantu pengendalian suhu, eliminasi air, pembentukan suara
Nostril-lobang hidung
 Pada babi tekstur keras pada kuda lunak, mengalami dilatasi dan kenyal yang berfungsi untuk mengamati benda-benda asing
 Pada sapi , domba, kambing tidak memiliki kelenjar seba seosa

Rongga hidung-nasal
 Rongga nasal dilapisi membran mukosa yang berfungsi menghangatkan udara yang dihisap
 Membran mukosa rongga hidung mengandung ujung sensoris dari saraf olfaktoris yang berfungsi untuk penciuman
 Ruang dalam rongga hidung dibagi 3 yaitu ; tulang turbinal ventral menjadi meatus nasal, meatus nasal dorsal, meatus nasal ventral
Sinus
 Adalah rongga yang berisi udara yang membentuk saluran mulai dari tulang cranial hingga rongga hidung
 Sinus maksilar, frontal,sfenoidal,palantin
Untuk sapi dan domba memiliki sinus makrimal
Farink
 Saluran udara yang bergabung dengan saluran makanan.
 Ada dua lobang yaitu dua lobang kaudal (berasal dari nasal) dan dua tuba eustesian (berasal dari telinga bagian tengah)
Larink –kotak bunyi
 Berfungsi mengendalikan ekspirasi dan inspirasi, mencegah inhalasi benda-benda asing dan membantu terbentuknya suara

Trakea
 Berupa sebuah tabungyang tidak dapat mengempis yang terbentuk dari cincin kartilago
 Ada dua bagian yaitu bronki dan bronkiol
 Tiap bronkiol akan bercabang membentuk duktus alveolar yang terdiri dari bayak alveoli
Paru-paru (pulmo)
 Diselimuti oleh pleura
 Bagian paru dibagi dua yaitu lobus kranial/ apikal (lobus bagian kiri), tengah (kardiak), kaudal (diafragmatik)



 1. Buccal cavity
 2. Nasal Cavity (open to pharynx)
 3. Inferior maxillary sinus
 4. Superior maxillary sinus
 5. Frontal sinuses
 6. Guttural pouch
 7. Pharynx
 8. Trachea
 9. Bronchus
 10. Alveolus
 11. Lungs
 12. Larynx
 A. Trachea
 B. Cartilage
 C. Vocal cord
 D. Epiglottis
Mekanika respirasi
Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulangrusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
 Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
 Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
Pernapasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
 Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
 Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

Jenis-jenis pernapasan
 Kostal (torasik) ; gerakan dari tulang rusuk yang terjadi karena lebih bayak udara yang diperlukan untuk menggerakkan diafragma
 Abdominal (diafragmatik); kontraksi diafragma yang menghasilkan gerakan yang kelihatan dari abdomen
 Eupnea; pernapasan tenang yang normal
 Dyspnea; pernapasan yang sulit
 Apnea; berhentinya pernapasan
 Hiperpnea; meningkatnya kedalaman atau laju pernapasan
 Polipnea; pernapasan yang cepat dan dangkal
Kapasitas dan volume udara
 Volume tidal (tv); volume udara yang dihirup atau dihembuskan selama respirasi normal
 Volum cadangan inspirasi (irv); jumlah udara yang dapat dihirup di atas dan di bawah volume normal
 Volume cadangan ekspirasi (erv); jumlah udara maksimum yang dapat dihembuskan setelah pernapasan normal
 Volume residual (rv); jumlah udara yang tertinggal di dalam paru setelah ekspirasi maksimal
 Kapasitas paru total (tlc); jumlah udara dalam paru pada akhir inspirasi maksimal
Tlc = irv +tv+erv+rv
 Kapasitas vital (vc); jumlah udara maksimal yang dihembuskan setelah inspirasi maksimal
Vc=irc+tv+erv
 Kapasitas residual fungsional (frc); jumlah udara ynag tertinggal di dalam paru setelah ekspirasi normal
Frc=erv+rv
 Kapasitas inspirasi (ic);jumlah udara maksimal yang dapat dihirup stelah ekspirasi normal
Ic = irv+tv

Tidak ada komentar:

Posting Komentar